Baik,Benar dan Salah Sebagai Barometer kehidupan

Alam sebagai makhluk ciptaan Allah tak pernah sedikit pun memproses diri nya untuk menganggu aktivitas malam ketika ianya melaksanakan tugas yang harus dijalankannya selalu berbuat benar sesuai perintah sang khalik Allah SWT, begitu juga dengan Siang yang tak pernah membodohi dirinya untuk mempelintir, merebut jatah malam sehingga di anggap dirinya sebagai pahlawan dalam membela kebaikan bukan kebenaran walau itu salah satu kesalahan namun demi sebuah kebaikan, siang tak pernah meng hibbah dirinya untuk itu dan tak perna melawan perintah untuk berjalan dan berputar di suasana yang benar, karena mereka tahu benar dengan keberadaan mereka sebagai makhluk ciptaan Allah serta mengharuskan diri melaksanakan tugas yang benar tanpa harus merebut jatah dan hak makhluk lain lain apalagi lagi sampai menyakiti makhluk lain, itu bukan kerjaan mereka.

Malam dan siang dalam beraktivitas menjalani tugasnya masing-masing sudah selalu berusaha ( batas – batas yang seyogyanya di jaga oleh mereka ,supaya tak ada aktivitas nya yang bisa menyinggung siapa pun makhluk lain apalagi sampai melawan sang khalik ( Allah SWT).

Benar, baik, dan salah merupakan sebuah barometer kehidupan. Mereka adalah standar yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup seseorang atau suatu masyarakat.

Jika seseorang atau suatu masyarakat berperilaku baik dan benar, maka mereka akan hidup dalam harmoni dan kedamaian. Sebaliknya, jika seseorang atau suatu masyarakat berperilaku buruk dan salah, maka mereka akan hidup dalam kekacauan dan konflik.
Baik, benar, dan salah dapat didefinisikan sebagai berikut :

Baik adalah segala sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
Benar adalah segala sesuatu yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku, baik norma agama, norma hukum, maupun norma sosial.

Salah merupakan segala aktivitas yang merugikan dan membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan

Pandangan pakar terhadap aktifitas baik, benar dan salah dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:

1. Pandangan normatif

Pandangan adalah terhadap aktifitas baik, benar, dan salah dikemukakan oleh para filsuf, agamawan, dan ahli hukum. Para pakar ini berpendapat bahwa ada standar moral yang berlaku secara umum, yang dapat digunakan untuk menilai baik, benar, dan salahnya suatu aktifitas.

Salah satu contoh pandangan normatif adalah pandangan agama. Agama-agama besar, seperti Islam, Kristen, dan Hindu, memiliki ajaran moral yang mengatur perilaku manusia. Ajaran-ajaran ini dianggap sebagai standar moral yang objektif dan universal.

Contoh lain dari pandangan normatif adalah pandangan hukum. Hukum juga menetapkan standar moral yang berlaku di masyarakat. Hukum melarang perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain, seperti pembunuhan, pencurian, dan penganiayaan.

2. Pandangan deskriptif

Pandangan adalalah terhadap kegiatan baik, benar, dan salah dikemukakan oleh para ahli sosiologi, antropologi, dan psikologi. Para pakar ini berpendapat bahwa standar moral berbeda-beda, tergantung pada budaya dan waktu.

Salah satu contoh pandangan deskriptif adalah pandangan sosiologi. Sosiologi mempelajari perilaku manusia dalam konteks sosial. Sosiolog berpendapat bahwa standar moral terbentuk dari interaksi sosial antara manusia.

Contoh lain dari pandangan deskriptif adalah pandangan antropologi. Antropologi mempelajari budaya manusia. Antropolog berpendapat bahwa standar moral berbeda-beda, tergantung pada budaya masing-masing masyarakat.

Pandangan campuran

Selain kedua pandangan tersebut, ada juga pandangan campuran yang melihat baik, benar, dan salah sebagai perpaduan antara unsur objektif dan subjektif. Pandangan ini berpendapat bahwa ada standar moral yang berlaku secara umum, tetapi standar moral tersebut juga dapat dipengaruhi…

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *