Wanita memiliki kedudukan mulia karena ia adalah orang yang mengandung, membesarkan, dan mendidik anaknya sejak dalam kandungan bahkan sampai pada usia dewasa.
Begitu mulianya wanita, Allah turunkan surah An-nisa’ yang artinya wanita. Dalam surat ini banyak sekali dibicarakan hal-hal yang berkaitan dengan wanita.
Dalam pandangan sebagian masyarakat kerap kali wanita dianggap lemah sehingga menjadi salah satu factor hambatan dalam aspek pekerjaan dan kehidupan masyarakat. Sedikit sekali masyarakat yang mengetahui bahwa wanita juga menjadi pemimpin. Dalam Al-quran Allah S.W.T menyebutkan ratu balqis dan ceritanya dalam tiga surat yang panjang.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh H.R, Muslim, ada empat wanita yang di jamin masuk surga dan menjadi pemimpin pemukanya bidadari dan wanita muslimah di surga yaitu Siti asiah Binti Muzahim, Maryam Binti Imran, Siti Khadijah Binti Khuwailid dan Siti Fatimah Az-Zahra.
Pernah Rasulullah Dihadapan Para Sahabat, Menggaris Ditanah Sebanyak 4 Garis.
عن ابن عباس، قال: خط رسول الله صلى الله عليه وسلم في الأرض أربعة خطوط، قال: ” أتدرون ما هذا؟ ” قالوا: الله ورسوله أعلم.�فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد، وفاطمة بنت محمد، ومريم بنت عمران، وآسية بنت مزاحم امرأة فرعون “
Mengenal sedikit banyak empat wanita yang di jamin masuk surga dan menjadi pemimpin pemukanya bidadari dan wanita muslimah di surga:
- Siti Asiah Binti Muzahim
Maka kalau kita berbicara tentang asiah kita sedang berbicara tentang seorang wanita aktivis women, seorang istri raja yang dhalim yang mau menentang kedhaliman saat itu. Padahal beliau hidup dengan kemewahan yang sangat luar biasa, akan tetapi kemewahan itu tidak dapat membuat beliau meninggalkan tuhannya
2. Maryam Binti Imran
Beliau Merupakan seorang wanita cantik, kemudian dia menyembunyikan auratnya, dia tidak mau sering tampil keluar dan sebagainya.
Dan beliau merupakan potret seorang wanita yang begitu kuat dan tegar, dan sabar bahkan ketika beliau melahirkan putranya nabi isa beliau itu sendiri, melahirkan dibwah pohon, tidak ada bidan. Dan kehidupannya sering sendiri.
Wanita mulia yang diberi karunia berupa kehamilan tanpa disentuh oleh laki-laki. la adalah orang yang tidak pernah putus asa mengharap karena Allah. Keyakinan imannya kepada Allah sangatlah tinggi. Imran dan Hanna sebagai orang tua Sayyidah Maryam termasuk bagian dari orang-orang yang terkenal kesalehan dan kebaikannya, dari sini terlihat bagaimana gen orang tua berpengaruh langsung pada pembentukan karakter anak.
Lingkungan tumbuh kembang maryam kecil sangat kondusif sejak kecil Nabi
Zakaria menempatkan Sayyidah Mariam di lokasi khusus di Mihrab Baitul Maqdis sebuah lingkungan yang sangat ideal untuk mencetak generasi muslimah yang super Shalihah dan dengan Allah. Bahkan disebutkan bahwa Maryam adalah sosok wanita yang tidak pernah absen qiamutail dan memiliki komitmen berpuasa khusus 2 hari berpuasa sehari berbuka.
3. Siti Khadijah Binti Khuwailid
Ini juga berbicara tentang seorang wanita karir, pembisnis women, bagaimana karirnya tidak menggangu ibadahnya, bagaimana kekayaannya tidak menggangu kedekatannya dengan tuhan, tidak menggangu kedekatannya dengan suami, berkhidmat kepada suami dan mengorbankan seluruh jiwanya, hartanya, untuk membantu jalannya dakwah agama islam rasulullah SAW.
Maka beliau wajar menjadi seorang pemimpin wanita disurga kelak.
4. Siti Fatimah Az-Zahra
Berbicara tentang siti fatimah adalah berbicara tentang kemuliaan. Sifat malunya yang luar biasa, kesederhanaanya luar biasa, pengabdiannya terhadap ayahnya dan suami juga sangat luar biasa. Bagaimana seorang anak nabi muhammad, anak seorang pemimpin dunia tapi tidak membuat dia merasa hebat, tidak menampilkan sikap2 yang biasa ditampilkan oleh anak2 dari orangtua yang hebat, yang punya nama.
Berbicara tentang Siti Fatimah kita lagi berbicara tentang sebuah kemulian, kebanggaan, perempuan yang cantik, sifat pemalu yang sangat luuar biasa, takzim kepada orangtua, yang sangat wajar dijadikannya sebagai roel model paripurna Wanita.
Intinya, kepribadian wanita penghuni surga di dalam Al-quran dan hadist telah dijelaskan secara terperinci. Mari kita meniru dan saling mengingatkan kepada kaum muslimah untuk meneladani sikap dan tingkah laku 4 wanita muslimah ini sebagai pegangan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.


