Melek Literasi Menembus Terowongan Gelap

SMA IT Assalam Islamic School memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis melalui pelatihan “Peningkatan Literasi Menulis Melalui Pelatihan Creative Writing bagi Siswa Kelas Awal” pelatihan ini diikuti oleh 15 orang siswa terdiri dari siswa laki-laki dan siswa perempuan serta didampingi oleh beberapa orang guru. Para siswa yang terlibat dalam pelatihan ini adalah siswa yang telah memiliki komitmen, keseriusan, dan bakat awal untuk terus melatih keterampilan menulis mereka.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Januari yang dipandu oleh ibu Megawati, S.Pd,. M.M. beliau adalah guru SMA Negeri 1 Peusangan dan guru berprestasi Kabupaten Bireuen yang telah menerbitkan beberapa buku diantaranya: Bodoh Itu Gratis, Nikmat dalam Bara, Jalan Ampunan Ilahi, dan masih banyak lainnya. Ibu Megawati sendiri cukup aktif mengisi pelatihan-pelatihan ke sekolah-sekolah di kabupaten Bireuen terutama bidang literasi menulis bahkan ada beberapa sekolah yang telah menerbitkan buku.  

Selain diisi oleh ibu Megawati sebagai pemateri, acara ini juga diisi oleh abana Ihsan M. Jafar yang menjabat sebagai ketua umum Yayasan Al-Aziziyah Jeunieb, beliau menyempatkan diri untuk meluangkan sedikit waktu di tengah jadwalnya yang padat, ini menandakan bahwa beliau sangat mendukung program ini agar sukses seperti yang diharapkan. Dalam pidato singkatnya beliau memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan oleh penulis pemula “tulislah apa yang ada di pikiranmu, jangan sedikit-sedikit dihapus kemudian ditulis lagi, dihapus lagi, jika begitu tulisan kita tidak akan selesai, tulis saja dulu kemudian kita sunting” ujar beliau, kemudian beliau melanjutkan “jika tulisan pertama kita tidak memuaskan, tidak apa-apa kita bisa membuat tulisan selanjutnya yang paling penting adalah kemauan kita untuk memulai. Pada kalimat penutupnya beliau memotivasi peserta dengan kalimat “jika peluru hanya dapat menembus satu kepala, tulisan dapat menembus jutaan kepala” harapannya siswa-siswa SMA IT Assalam Islamic School Jeunib dapat menyampaikan ide-ide, gagasan, mengolah informasi melalui tulisan-tulisannya. 

Program ini digagas oleh kepala sekolah SMA IT Assalam Islamic School ustadz Muhammadallah, S.Pd.I., M.Pd. beliau sangat bersemangat melaksanakan program ini karena beliau melihat potensi yang dimiliki oleh para siswa. SMA IT Assalam Islamic School merupakan sekolah terpadu yaitu memadukan pendidikan formal dan pendidikan dayah (pesantren). Dalam pendidikan sekolah para siswa tetap belajar berdasarkan pijakan intrakurikuler sekolah, dalam pendidikan dayah (pesantren) mereka belajar banyak kitab, mulai dari fiqh, nahu, saraf, mantiq, dan banyak lainnya. Berdasarkan modal ini ustadz Muhammadallah melihat potensi peserta didik. Sangat sayang sekali jika ilmu-ilmu yang telah mereka kuasai tidak dituangkan dalam tulisan yang pada akhirnya akan menjadi bias, untuk itu program ini diharapkan menjadi landasan bagi siswa untuk mengasah keterampilan menulis. Sekolah juga telah menyiapkan wadah untuk menampung tulisan-tulisan siswa melalui website resmi http://smaitassalam.com.

Melek litersi merupakan fondasi dari setiap ilmu pengetahuan agar setiap individu mampu mengekpresikan ide, memecahkan masalah, menyampaikan gagasan, mengelola informasi. Individu yang sadar berliterasi tentunya akan mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan karena mampu menyampaikan argumen-argumen yang diingikan, sehingga mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu program ini sangat urgent untuk  dilaksakan agar setiap anak mampu keluar dari terongan gelap demi menciptakan masa depan yang cemerlang. Siswa SMA IT Assalam Islamic School telah berkomitmen untuk mengembangkan diri dengan menciptakan karya-karya yang akan menembus jutaan kepala. Selain program pelatihan menulis ini, siswa juga difasilitasi ruang baca khusus yang menyediaka buku-buku referensi yang dapat membantu siswa dalam menulis, setiap siswa diberi akses untuk membaca buku di ruangan tersebut.

Harapan para guru dan teungku-teungku di dayah (pesantren) yang telah membimbing, memberikan arahan, membuka jalan untuk memperoleh pengetahuan, agar siswa sekaligus santri mampu berkontribusi untuk dirinya dan masyarakat. Melalui program pendidkan dayah (pesantren) mereka ditempa dan dipersiapkan untuk menajadi solusi di masyarakat, oleh sebab itu ilmu yang telah didapat harus diabadikan dalam bentuk karya tulis. Kelak tulisanya akan menjadi pedoman untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi amal jariyah untuk penulisnya.

Adapun target pencapaian dari program ini, diharapkan sekolah mampu meneritkan buku, cerpen, puisi, ilmu agama, dan lainya melalui buah pikiran dan kerja sama kepala sekolah, guru, pihak pesantren dan siswa-siswi (santri).

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *