MERANGKAI ASA MENEMBUS CITA-CITA MELALUI PENGEMBANGAN 3 BAHASA DALAM ANEKA RAGAM KEGIATAN

Bahasa sering dipahami sebagai alat komunikasi atau kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau alat untuk menyampaikan suatu hal yang terlintas di dalam hati.  Selain alat untuk berinteraksi dan berkomunikasi, Bahasa juga digunakan sebagai alat untuk menyampaikan gagasan, pikiran, konsep maupun perasaan.

Dalam pengembangannya, SMA IT Assalam Islamic School akan memfasilitasi siswa-siswa belajar dan menguasai tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab  sehingga siswa-siswi mampu menguasai dan berkomunikasi dengan baik dan benar.

Mengingat masih rendahnya minat siswa-siswi dalam penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa arab dan tercatat selalu menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasinya, dalam hal ini SMA IT Assalam Islamic School berupaya menerapkan terebosan-terobosan baru terkait pengembangan bahasa melalui beranegaka ragam kegiatan. Diantaranya kegiatan dalam bidang debate, speech, news reading, drama, story telling, spelling bee dan scrabble.

  1. Debate

            Debat adalah proses pertukaran pendapat antara tim pendukung dan tim penentang mengenai suatu hal sambil mempertahankan pendapat masing-masing. 

  • Speech

            Diartikan sebagai “Pidato” dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.

  • News Reading

            News-reading berarti menyampaikan berita dalam bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Indonesia.

  • Drama

            Pertunjukan cerita yang ditampilkan di depan penonton.

  • Story Telling

            Penyampaian ide, kepercayaan, pengalaman pribadi, atau pembelajaran kehidupan melalui cerita yang didongengkan untuk membangkitkan emosi yang kuat dan menambah wawasan bagi para penyimak.

  • Spelling Bee

            Siswa dilatih dalam kemampuan mengeja huruf yang ada dalam suatu kata berbahasa Inggris.

  • Scrabble

            Kegiatan ini berfokus pada kemampuan bermain olah huruf menggunakan media papan scrabble berukuran 15×15 kotak.

            Kegiatan pengembangan bahasa ini, diharapkan dapat memotivasi dan menggerakkan siswa-siswi agar lebih semangat dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar  sesuai dengan kurikulum merdeka. Dalam konteks pembelajaran menyenangkan, siswa lebih diarahkan untuk memiliki motivasi tinggi dalam belajar dengan menciptakan situasi yang menyenangkan dan mengembirakan. Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Dan pola inilah yang hakikatnya dinamakan dengan “Merdeka Belajar”.

Kami menyadari, dalam menyukseskan program ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Kedepannya bakal lahir tantangan-tantangan besar yang memungkinkan program ini berjalan ditempat atau akan ditinggalkan. Namun satu hal yang pasti, tidak ada satu strategi tunggal pun yang paling utama dalam pembelajaran dan menguasai bahasa, terutama asing di sekolah, karena keberhasilan tergantung pada berbagai faktor seperti lingkungan belajar, usia siswa, tujuan pembelajaran, dan preferensi individual. Namun, ada beberapa strategi pada umumnya dianggap sangat penting dan dapat disesuaikan dengan konteks tertentu:

  1. Fokus pada komunikasi.

Pembelajaran bahasa asing harus berorientasi pada penggunaan bahasa untuk berkomunikasi, bukan hanya sekedar menghafal gramatika dan kosakata. Hal ini dapat dicapai melalui kegiatan seperti role-playing, debat, presentasi, diskusi dan lainnya.

  • Pendekatan aktif dan kolaboratif.

Siswa harus menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, bukan hanya penerima pasif. Kegiatan diskusi, permainan bahasa, dan kerja kelompok dapat mendorong keterlibatan dan kolaborasi.

  • Penciptaan lingkungan yang kaya bahasa.

Sekolah perlu menyediakan lingkungan yang kaya akan bahasa asing, seperti poster, musik, film, dan buku dalam bahasa target. Ini akan membantu siswa terbiasa dengan bunyi dan struktur bahasa secara natural.

  • Pemanfaatan teknologi.

Teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk pembelajaran bahasa asing. Aplikasi, game, dan platform online dapat menawarkan latihan tambahan, materi interaktif, dan kesempatan berinteraksi dengan penutur asli.

  • Diferensiasi dan personalisasi.

Strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya belajar individual siswa. Beberapa siswa mungkin lebih menyukai pendekatan visual, sementara yang lain lebih senang dengan pendekatan audio atau kinestetik.

  • Penilaian yang bermakna.

Penilaian tidak hanya sekedar mengukur tingkat penguasaan gramatika dan kosakata, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan penggunaan bahasa yang kreatif.

  • Motivasi dan keterlibatan.

Menumbuhkan minat dan motivasi siswa sangat penting untuk keberhasilan belajar bahasa asing. Kegiatan yang relevan dengan minat siswa, kompetisi, dan kesempatan berinteraksi dengan budaya bahasa target dapat membantu meningkatkan motivasi.

  • Dukungan guru yang kompeten.

Guru yang kompeten dan antusias memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran bahasa asing. Guru harus memiliki kualifikasi mengajar bahasa asing, memahami berbagai strategi pembelajaran, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

  • Keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Dukungan orang tua dan masyarakat dapat memperkuat proses pembelajaran bahasa asing. Orang tua dapat mendorong anak untuk berlatih di rumah, sedangkan masyarakat dapat menyediakan kesempatan menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

Ingatlah, strategi pembelajaran bahasa asing yang efektif bukanlah resep tunggal yang dapat diterapkan secara kaku. Guru dan sekolah perlu adaptif dan kreatif dalam memilih dan merancang strategi yang paling sesuai dengan konteks dan kebutuhan siswanya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *