Ku telusuri jalan bebatuan dan sesekali menanjak, aku kehilangan arah terpisah dari beberapa teman-teman ku. Karena lagi weekend, Kami berkemah di hutan.
Banyak rumput jalar yang membatasi arah pandangku.
“Cahaya…….” panggil Drea
Aku menoleh ke belakang, ku dapati Drea yang bertatih-tatih berlari kearah ku. Ku perhatikan mukanya yang sedikit babak belur.
“Kamu kenapa Dre?” tanyaku khawatir
“Aya aku dikejar manusia setengah kuda!” ujar Drea panik.
“Dimana Dre?” tanyaku.
“Disana. ” Jawab Drea sambil menunjuk ke belakangnya.
Aku dan Drea berteduh dibawah pohon besar untuk menghilangkan rasa lelah yang sejak tadi mengitari kami. Setelah Drea merasa tenang, aku bertanya kepadanya kemanakah teman-teman yang lain pergi.
“Dre, Chaca sama Chylla kemana?” tanyaku
Drea menatap heran ke arahku,
“Tadi mereka bilang mau cari kamu,kalian belum bertemu?” jawab Drea
“Belum.” Jawab Cahaya panik.
Dibawah temaram cahaya bulan kami menelusuri jalan setapak dan menemukan sebuah gua yang tersembunyi di antara pepohonan.
“Aku pernah dengar-dengar tentang gua ini dari nenek, katanya sih gua ini pintu menuju ke negeri ajaib.” Ujar Drea.
“Aku gak percaya negeri ajaib itu ada!” seruku dengan lantang pada Drea.
“Itu hanya dongeng pengantar tidur doang Dre.” Sambung ku lagi.
Tanpa ragu, Drea menarik tanganku untuk memasuki gua tersebut.
Ternyata benar, gua tersebut adalah gerbang menuju ke negeri ajaib yang legendaris. Begitu kami melangkah memasuki gua, kami disambut oleh pemandangan yang menakjubkan. Di Depannya terbentang padang rumput yang hijau dengan bunga-bunga berwarna-warni yang tumbuh di sekitarnya. Di Kejauhan kami melihat sebuah kastil megah yang menjulang tinggi. Disana juga ada Chaca dan Chylla yang asik bermain.
“Chaca…Chylla…” panggilku sambil melambaikan tangan kearah mereka berdua.
Mereka menatap kami dengan penuh bahagia.
“Kenapa kalian bisa di sini?” tanya ku.
“Tadi kami nyasar kesini pas mau nyusul kamu.” Jawab Chylla.
Kami beristirahat di padang rumput tersebut. Setelah merasakan tenaga kami benar-benar kembali pulih, kami memutuskan untuk menjelajahi negeri ajaib ini. Kami bertemu dengan makhluk ajaib seperti peri yang baik hati. Mereka membantu kami untuk menjelajahi negeri ajaib ini.
Namun petualangan kami tidak hanya tentang keindahan dan keajaiban. kami juga menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Kami harus mengatasi labirin yang rumit, melawan monster menakutkan, dan menyelesaikan teka-teki yang sulit agar bisa pulang ke negeri asal kami.
Saat sedang melihat gunung emas, tiba-tiba kami merasakan guncangan yang cukup hebat, kami seperti terlempar.
“BUGH….BUGH….BUGH….BUGH….” suara benturan tubuh kami yang terdampar lagi ke hutan tempat semula kami memasuki negeri ajaib tersebut.
Kami langsung bangkit dan kembali ke tenda. Kami beristirahat untuk menghilangkan lelah yang menyelimuti kami. Dari negeri ajaib kami belajar bahwa kekompakan membawa kita menuju kemenangan. Disana kami berusaha sama-sama untuk bisa keluar dari labirin rumit, menyelesaikan teka-teki yang sulit. Dengan tujuan yang sama yaitu kembali ke negeri asal.
Padahal niat kami datang ke hutan ini hanyalah untuk berkemah. Namun harus musnah karena kami memasuki negeri ajaib yang penuh akan misteri itu. Karena hari sudah sore, kami buru-buru mengemaskan barang dan pulang kerumah masing-masing.



