Beberapa hari yang mencengangkan. Membuat seisi rumah terkejut dengan permintaan putri satu-satunya itu Naira yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Naira menatap langit yang dihiasi awan serta kicauan burung yang begitu indah.
Naira yang duduk termenung menatap lingkungan sekitar dan selalu berkeinginan ke Jepang. Jepang adalah salah satu negara favorit Naira yang dijuluki sebagai negara matahari terbit, keindahan negaranya dengan kokoh berdirinya gunung fuji dan bunga sakura yang menarik perhatiannya.
“ Bun….impian Naira ada di Jepang.” keluh Naira pada bundanya
“ Itu terlalu jauh sayang bunda sama ayah gak mau kamu kenapa-napa’’ ujar bundanya
“Tapi aku cuma mau melanjutkan pendidikan bun…..” paksa naira
“ Bunda tau,…tapi kuliah di Jepang itu gak yang seperti kamu bayangkan”.
“Tapi Naira sangat menginginkannya bun….”dengan muka yang lesu Naira berdiri dan meninggalkan bundanya ia tak mau membantah bundanya lagi.
Setiap hari Naira selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik di setiap mata pelajaran sekolahnya, ia selalu mencari cara bagaimana ia bisa kuliah di Jepang nanti. Ia masih memikirkan keadaannya saat kuliah, Ia tak tahu bagaimana caranya harus menjelaskan kepada orang tuanya agar mereka setuju Naira kuliah di Jepang. Saat rasa bosan melanda ia sering memainkan laptopnya dengan menonton film kartun anime.
Hari demi hari telah berlalu berbagai upaya dilakukan Naira untuk bisa mencapai semua impiannya, Naira sering sekali brosing-brosing internet mulai dari mencari tahu tentang fakultas kuliah di Jepang. Sampai suatu hari di dalam kelas ketika mereka ditanya tentang impian mereka Naira menjawabnya dengan penuh semangat “Negara Jepang itu target saya buk”. Bu Hendra terkekeh dengan jawaban yang Naira berikan “Kamu sangat hebat Naira. Kalau boleh ibu tahu, memangnya ada apa di Jepang Naira?”
“Watashiniha mirai ga aru yo,kyodai!”
“Artinya apa nai….” sahut temannya
“Ada masa depan saya, buk.” sambungnya lagi
Bel berdering semua siswa/siswi sudah dipersilahkan pulang, di ruang kelas hanya tertinggal Naira dan buk Hendra dia masih duduk termenung sendirian.
“Kenapa Naira, kok belum pulang” tanya buk Hendra heran
“Buk, saya punya keinginan yang tinggi tapi orang tua saya tidak setuju kalau saya kuliah di Jepang karena itu terlalu jauh, padahal kan bu saya punya beasiswa untuk pergi kesana.” keluh Naira
“Iya bu tau, yaudah kalau gitu besok kamu panggil orang tuamu ibuk mau bicara dingin dengan mereka” sahut buk Hendra
“Iya buk..” jawabnya lemas
Keesokan harinya orang tua Naira bicara dengan bu Hendra sambil senyum-senyum, Naira melihat orang tuanya seperti mengiyakan apa yang bu Hendra bilang.
Pagi yang begitu gemilang setelah sholat subuh yang diiringi dengan doa, orang tua Naira sedang duduk di ruang tamu dengan secangkir teh hangat
“Naira sayang, kesini dulu” melambaikan tangan ke Naira
“Ada apa bun” tanya Naira ke bundanya
“Bunda sama ayah mau ngomong sesuatu sama kamu”
“Ngomong apa ya bun….?” tanya Naira makin penasaran
“Jadi setelah bunda sama ayah pikir-pikir, kamu boleh pergi ke Jepang untuk menampung ilmu tapi, janji jangan bikin ulah ya.”
Mendengar itu dari orang tuanya Naira langsung mengiyakan dan lari memeluk orang tuanya. “Makasih ya bunda…ayah…” tangis Naira
“Iya sama-sama sayang” ujar bundanya
“Alhamdulillah ya allah” Mengangkatkan tangan kelangit dengan muka penuh kegembiraan sebelum ini Bunda selalu melihat Naira tiap hari tidak semangat.dengan senyuman yang begitu memancarkan membuat Naira kembali aktif tersenyum seperti biasa, dia membuka pendaftaran di Jepang yang masih sangat banyak lowongan kuliah.
Tak sia-sia dia belajar sungguh-sungguh, mengejar cita-citanya dan tak pernah menyerah
Sekarang tiap hari ia sekolah penuh dengan warna, kehidupannya tak lagi gelap setiap ia bertemu dengan teman-temannya ia selalu menceritakan kepergiannya ke Jepang. “Awal suka Jepang dari mananya sih Nai?…” tanya temannya penasaran “Pertama sih suka dari bahasanya terus keindahannya setelah itu mulai mencari tahu tentang kondisi Negaranya” jawab Naira
Minggu ini Naira akan datang ke less bahasa Jepang dulu secara pribadi selama setahun, baru dia akan terbang ke Jepang dan melakukan testing pelajaran yang selama ini ia pelajari. pertama sampai di Jepang ia disapa oleh banyak orang karena kehebohan mahasiswi dari indonesia
“Konnichiwa minna san,watashi no namae wa Naira ayyasya az-zahra desu,Naira to yonde kudasai, Indonesia kara kimashita”
mereka semua bersorak-sorak mendengar nama Negara Indonesia disebut.
“Sugoi”
“Sugoi”
“Sugoi”
Seru mereka semua dengan gembira, akhirnya Naira sampai juga ke tempat tujuan yang ia impikan selama ini. Rasa haru bercampur dengan senang tak lupa dengan rasa syukur, ia tak percaya akan sampai di Negara yang begitu indah, perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil.

