Di negara yang beriklim subtropis dengan udara dan suasananya begitu asri dan bersih sehingga menarik perhatian banyak orang dari negara lain untuk pergi berwisata kesana. Swiss negara yang paling diminati oleh banyak wisatawan. Malam yang sunyi, tidak ada satupun suara yang terdengar dan hanya seorang gadis remaja bernama Rayner sedang duduk diatas sebuah sofa kecil depan jendela kamarnya, menikmati secangkir coklat panas sambil menatap salju turun dengan lebatnya. Salju akan turun pada musim dingin sehingga membuat orang yang tinggal di sekitar sana tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.
Dia juga ditemani oleh Milo kucing kesayangan Rayner. Orang tua Rayner tinggal di Aussie, sementara dia tinggal di swiss bersama dengan neneknya. Rayner tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang unik.
Tiba tiba Rayner tersadar bahwa dia lupa menaruh sebuah buku yang sudah ditempelkan semua foto yang dipotret olehnya. Rayner menyimpan semua nostalgia dari orang tersayang di dalam buku tersebut, nenek pernah berpesan jangan sampai buku itu hilang karena banyak kenangan luar biasa yang dapat diabadikan oleh Rayner ketika berpisah dari orang yang disayanginya. Rayner menyimpan semua kenangan dalam buku itu termasuk foto fotonya bersama nenek dan Milo.
Rayner beranjak dari sofa kecilnya, meletakkan cangkir diatas meja kemudian pergi ke ruang belajar yang berada di ujung sudut rumahnya untuk mencari buku tersebut. setibanya di sana, dia berjalan ke arah meja yang biasanya dipakai untuk mengerjakan tugas sekolah.Rayner membuka tas sekolahnya dan mengambil sebuah buku. “Akhirnya ketemu juga, untung kamu nggak hilang…,“ gumamnya sambil memeluk buku itu. Rayner berpikir bukunya ketinggalan di restaurant waktu makan tadi siang bersama temannya. Dia pergi meninggalkan ruangan tersebut dan masuk kedalam kamarnya. Kemudian Rayner merebahkan dirinya diatas tempat tidur sambil mengutak atik ponselnya hingga tertidur pulas.
Esok paginya, Rayner terbangun dengan suara Milo yang sedari tadi mengeong ngeong karena kelaparan. Dia beranjak dari tempat tidur pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan berjalan menuju ke dapur mengambil makanan untuk si Milo. Sesaat setelah itu, Milo datang berlari ke arah Rayner memakan makanannya dengan lahap hingga habis.
Rayner melewatkan hari hari indahnya bersama Milo dan nenek hingga musim panas tiba. Rayner juga akan segera menyelesaikan pendidikannya dengan nilai terbaik diantara semua siswa, dia hanya menempuh pendidikan SMA selama dua tahun karena mendapatkan nilai terbaik dan meraih banyak prestasi.
Pada suatu hari ketika langit sudah mulai gelap, Rayner menunggu Milo yang sudah dari tadi pagi tidak pulang pulang. Dia berniat untuk mencari Milo ke taman bermain , sesampainya disana dia juga tidak menemukan Milo, “Kamu dimana sih!” lirihnya karena lelah berkeliling taman mencari Milo. Dia juga mencari Milo di tempat tempat yang sering dikunjunginya bersama Milo, tapi dia juga tidak menemukannya. Pasrah dengan keadaan, Rayner akhirnya memutuskan untuk pulang saja.
Ditengah perjalanan pulang, Rayner sepertinya mendengar suara Milo yang mengeong kesakitan. Dia mengintip dari balik semak semak menyaksikan Milo sedang disiksa oleh seorang wanita tua yang berwajah bengis. Dia berlari ke arah mereka untuk menghentikan perbuatan itu. Dia melepas Milo dari tali yang mengikatnya, dan memeluk Milo yang sudah babak belur.
“Oh itu kucing mu ya…!” bentak wanita tua itu dengan suara yang menggelegar. Kemudian Rayner menoleh, “Iiiyaaa..” jawabnya dengan nada yang terbata bata. “Apakah kamu tahu bahwa dia merusak semua barang dagangan ku. Kenapa kamu tidak mengajarinya, sekarang saya minta ganti rugi!” bentak wanita tua tersebut. Lalu Rayner memberikan kartu atm nya sebagai ganti rugi. Mata wanita itu berbinar binar melihatnya dan segera menarik atm itu dari tangannya. “Gini donggg… kan gue gak bakalan bangkrut” ujar wanita itu pergi meninggalkan Mereka berdua tanpa berpamitan. Rayner membawa Milo pulang kerumah dan mengobatinya.
Hari silih berganti hari, bulan berganti bulan dan akhirnya Rayner mendapat kabar bahwa orang tuanya akan pulang. “Minggu depan papa sama mama akan pulang kesini, jadi aku harus mempersiapkan kejutan yang besar,“ ucapnya sambil meloncat kegirangan karena sangat senang atas kabar yang diterimanya. Akhirnya hari yang ditunggu tunggu telah tiba, Rayner menjemput papa mamanya di bandara yang sedari tadi menunggu kedatangannya. Sesampainya di bandara mereka berpelukan melepas kerinduan.
Sesampai di rumah, Rayner menutup mata mama dan papa dengan kain dan ketika dia membuka pintu kejutan yang dipersiapkan oleh Rayner hancur seketika.“Miiiiillllooooo!“ teriaknya dengan suara yang lantang karena marah dengan Milo yang mengobrak abrik kejutannya. Matanya melotot ke arah Milo yang tengah merobek alas makanan dengan cakarnya, Milo yang melihat Rayner marah lari ketakutan dan bersembunyi dibalik tirai jendela ruang tamu.
Mama dan papa Rayner yang sedari tadi memperhatikan hanya tersenyum dengan tingkah Rayner yang marah kepada kucing kecilnya. “Udah, biarin aja Ray … dia kan hanya seekor kucing lucu yang tak tahu apa apa.“Sahut mamanya berusaha meredakan amarah Rayner. Rayner menjawab mamanya dengan nada kesal “tapi ma .. dia hampir tiap hari buat onar disini, Rayner selalu sayang sama Milo … dia malah keterlaluan banget. Mungkin yang sudah berlalu Rayner bisa maafin dia, tapi kali ini gak!” suasana menjadi kacau karena kejadian ini dan ayahnya berkata sambil tersenyum “udah .. gapapa Ray sayang kami happy happy aja nih.” Mereka merangkul Rayner dan mulai berbincang bincang. Sesaat kemudian, suasana mencair kembali seperti biasanya.
Malam pun tiba, “Ray.. kamu lanjutin kuliah di Aussie aja ya!“ ujar ayahnya yang sedang melihat kampus yang unggul disana. “Apaaa!“ kata Rayner yang terkejut seperti disengat petir. Dia tidak setuju karena harus pergi meninggalkan Milo dan nenek. Dia menolak permintaan ayahnya dan berkata “Ayahhh…Rayner kuliah disini aja ga usah jauh jauh, mama sama papa kan tahun depan pekerjaannya sudah selesai.” Kata ayahnya, mereka harus menambah waktu lagi untuk menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan sekitar tiga tahun mendatang. Ayah Rayner juga bilang mamanya merasa gelisah dan terus memikirkan keadaan Rayner disini. Rayner pasrah dan menerima permintaan Ayahnya.
Milo mengintip nya dari tadi, dia tidak berani keluar karena masih takut kepada Rayner. Rayner yang menyadari hal tersebut berjalan ke arah Milo memberikan semangkuk makanan untuknya. Dia berkata kepada Milo “Maaf ya, kemarin aku sedang emosi makannya aku memarahimu. Kamu tidak usah takut kepadaku. Aku tidak marah lagi kok.” Dia tersenyum kepada Milo dan memeluknya . “Aku sebentar lagi akan segera pergi meninggalkanmu…,” katanya dalam hati. Akhirnya mereka baikan dan menjalani hari harinya seperti biasa. Orang tua Rayner memperpanjang masa cutinya karena satu bulan lagi dia akan segera lulus.
Satu bulan telah berlalu, Rayner akhirnya sudah tamat SMA. Setelah tiga hari kelulusan Rayner, mereka memutuskan untuk kembali ke Ausie dengan segera. Hari yang ditunggu telah tiba, Pagi harinya papa membuka bagasi mobil dan mulai memasukkan barang barang ke dalamnya. Rayner dan mama ikut membantunya agar lebih cepat dan tidak ketinggalan pesawat.
Rayner menangkap Milo dan memeluknya dengan erat, dia mulai menangis karena akan segera pergi meninggalkannya sendiri “Milo .. makasih ya udah nemenin Rayner disini, kalau ada waktu Rayner akan berkunjung ke Swiss untuk menjenguk Milo. Jangan lupa jaga diri baik baik …Milo tinggal disini sama nenek ya“ mempererat pelukannya sambil menangis tersedu sedu. Rayner mengucapkan selamat tinggal kepada Milo dan menitipkan Milo kepada nenek. Rayner melambai lambai ke arah milo dan kemudian pergi meninggalkannya. Disaat mobil sudah mulai berangkat, Milo berlari dengan kencang mengejar mobil mereka. Sayangnya mobil yang mereka naiki hilang dari pandangan Milo. Dengan berat hati, Milo memutuskan untuk kembali ke rumah menemani nenek yang tinggal sendirian.
Beberapa bulan telah berlalu, Rayner tinggal di Aussie bersama orang tuanya dan masuk ke kampus yang paling unggul dengan prestasinya yang luar biasa. Pada suatu hari, dia menerima telepon dari nenek, katanya Milo dan nenek akan pergi ke Aussie bersama paman bibinya untuk menjenguk Rayner. Dia sangat senang setelah sekian lama akhirnya bisa berjumpa dengan Milo. Dia memutuskan akan menjemput mereka di bandara dan merencanakan membuat kejutan yang besar untuk Milo dan nenek.
Meskipun Rayner menghadapi berbagai kesulitan dan perpisahan dengan Milo, ia akan tetap setia dan mencintai kucing kesayangannya. Demikian pula, Milo yang selalu mengenang moment moment indah bersama Rayner dan berharap agar Rayner selalu menyayanginya walaupun jarak memisahkan mereka berdua.


