Di sudut sebuah desa hiduplah seorang remaja dengan hanya memegang prinsipnya yang bahwa Allah pasti akan memberikan hambanya yang terbaik, dia mencoba menjalani kehidupan remajanya yang harus bekerja paruh waktu untuk membiayai hidupnya.
Kelvin, sebuah nama yang bagus buat seorang remaja dan berstatus mahasiswa yang bekerja paruh waktu untuk mencukupi biaya kuliahnya, dan dia punya sebuah keyakinan, yang bahwa Allah pasti akan memberikan kepada hambanya kebaikan, walaupun terkadang kebaikan tersebut berbentuk sebuah keburukan. Dan kenalin juga Johan, sahabatnya Kelvin yang ngefans banget sama yang namanya malaikat dengan alasan keren aja gitu.
Jam sudah menunjukkan pukul 01:00. Malam mulai menunjukkan eksistensinya, Kelvin yang baru saja pulang dari kerja paruh waktunya langsung tertidur karena kelelahan.
Esok shubuhnya.
“Tok.. Tok.. Tok..”.
“Vin!!, oi!!, udah shubuh ni bangunnn, ke mesjid kita!” teriak Johan.
Kelvin yang terbangun akibat teriakan Johan pun dengan muka yang berantakan khas bangun tidur langsung bergegas untuk membuka pintu buat sahabatnya ini.
“Napa Jo?” tanya Kelvin kepada sahabatnya ini.
“Yuk ke mesjid Vin.” Jawab Johan dengan antusias.
“Yaudah bentar ganti baju dulu gua.” Ucap Kelvin sambil bergegas kembali ke kamarnya untuk ganti baju.
Setelah semua selesai mereka langsung bergegas menuju ke mesjid terdekat dengan menggunakan Motor kesayangannya Johan, selama perjalanan semua baik-baik saja kecuali telinga Kelvin yang sudah mulai budek karena ulah Johan yang sedari tadi mulutnya tak kunjung diam. Begitu sampai di mesjid mereka langsung mencari tempat parkir yang pas buat memarkirkan motornya.
“Astaghfirullah Jo!!, bangun!! tadi banyak bacot mu, bisa-bisanya sekarang malah tidur.” Ucap Kelvin, sedangkan Johan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Yaudah, sana wudhu, langsung solat kita.” Sambung Kelvin.
Setelah selesai sholat, mereka juga menyempatkan diri untuk duduk-duduk santai sejenak, sebelum pulang.
“Vin, cabut.” Ucap Johan.
“Gass.” Balas Kelvin sambil beranjak bangun dari duduknya.
Saat baru saja sampai di tempat mereka parkir Honda, sebuah bus biru muda juga baru saja sampai di tempat parkir tersebut.
“Vin!,Vin!, lihat tuh.” Sergah Johan seraya menunjuk-nunjuk ke arah bus tersebut.
“Apasih, nunjuk-nunn” belum sempat menyelesaikan kata-kata nya Kelvin langsung menyambungnya. “MasyaAllah inikah bidadarimu ya Allah!!”
Seorang gadis dengan pakaian serba muslimah dan kerudung putihnya baru saja turun dan melintas di depan mereka berdua.
“Nah kan Vin, kalo emang rejeki kita gak akan kemana ya gak?”ujar Johan dengan penuh semangat, bagaimana tidak bidadari yang menjelma menjadi seorang gadis baru saja lewat di depan matanya.
“Mantap Jo!!” teriak Kelvin dengan penuh semangat juga.
“Pahala udah, rejeki juga udah, cabut kita Jo.” Ucap Kelvin sambil berjalan menuju ke arah motor mereka.
“Gas!!” Teriak Johan dengan semangat nya yang sudah terisi kembali, merekapun langsung bergegas untuk pulang dan memulai hari mereka dengan semangat yang membara.
Inilah takdir, percaya atau tidak jika sudah saatnya dia akan terjadi. tidak peduli buruk atau baik tapi Allah lebih tau mana yang buruk atau mana yang baik bagi hambanya.


