
Tidak dapat dipungkiri, ketika seseorang berdiri di puncak kejayaan dan prestasi, bayangan kecurigaan sering menghantui. Bahkan kerap kali kondisi ini membuat seseorang tidak nyaman dan merasa terganggu. Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kejayaan dan prestasi menjadi bahan gossip dan menemukan sisi gelap kehidupan. kejayaan dan prestasi seringkali dikaitkan dengan pemikiran dan pemahaman yang mempengaruhi dunia, yang kadang kala justru membuat hidupnya berakhir dengan tragis.
Menjadi orang hebat dan sukses itu tidak gampang. Akan banyak tantangan dan rintangan yang sebahagian manusia tidak menginginkan hal ini, sehingga meraka berupaya menjatuhkan dan menenggelamkan keharuman nama seseorang dengan berbagai macam daya dan upaya.
Dalam hal ini, banyak tokoh-tokoh terkenal masa dahulu yang terganggu kehidupannya bahkan berakhir kehidupannya dengan tragis. Diantaranya adalah;.
Socrates, seorang filosof Yunani kuno yang terkenal dengan metode dialektikanya yang mengajukan pertanyaan tajam untuk menggali kebenaran.
Hypatia, salah satu dari sedikit wanita di dunia akademis Yunani kuno. Sebagian besar dari semua orang mengingat Hypatia dari Alexandria, seorang filsuf wanita yang tragis dan dibunuh secara brutal karena kecerdasannya dalam ilmu filosofis, matematika, dan astronominya.
Hal ini juga dialami oleh tokoh-tokoh islam terkemuka dahulu, seperti kisah yang dialami oleh Umar bin Abdul Aziz, sosok yang mengagumkan. Kepemimpinan dan karya peradabannya belum pernah ada yang bisa menyainginya. Hanya dalam 29 bulan, negeri menjadi makmur, sejahtera dan keadilan ditegakkan. Setelah kemiskinan merajalela, pesta pora penguasa dan kedzaliman selalu menimpa rakyat jelata.
Dalam sejarah Islam lainnya, ada tokoh yang sangat penting dan dikenal sebagai pahlawan yang penuh dengan keberanian dan kesetiaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ia mengikuti agama yang dibawa baginda Nabi Muhammad sejak masih kanak-kanak. Sehingga termasuk dari sahabat yang mendapatkan jaminan masuk surga. Rasulullah sangat mencintainya, pun sebaliknya, ia sangat menyayangi utusan Allah itu. Nabi sering memanggilnya dengan nama Abu Turab. Nama yang diberikan Rasulullah itu sangat dia sukai.
Namun, di balik keberaniannya, dia juga mengalami kisah tragis yang menyedihkan. Ia mati dibunuh, oleh seorang Muktazilah yang fanatik.
Pelajaran dari pengalaman ini bukan membuat kita hidup biasa-biasa saja, namun harus menjadikan motivasi dan hasrat untuk hidup sukses dan hebat secara keseluruhan baik di kehidupan dunia dan setelahnya.
Jangan takut suskses meski banyak tantangan dan rintangan, Justru rasa takut berlebihan yang kita tampakan akan berdampak bahwa diri kita tidak menikmati hidup ini dengan penuh ketenangan, baik fisik maupun mental. Seringkali itu memunculkan perasaan kecewa, dan membuat kita jadi merasa cemas yang berlebihan dan over thinking, alias berpikir terlalu jauh. Sebenarnya rasa takut setiap orang dapat dikendalikan oleh diri kita sendiri tanpa perlu harus mengikuti rasa takut tersebut.

