MEMPERKUAT ARUS KEBAIKAN DAN PERBAIKAN UNTUK MEMBANGUN PERADABAN YANG LEBIH BAIK BERSAMA RADIO YADARA

Aceh merupakan salah satu daerah  yang sangat terkenal dengan kebudayaan dan agama Islam yang sangat kental di kehidupan sehari-hari, Aceh dikenali dengan sebutan  Seuramoe Mekkah karena sejarah dan budayanya yang kaya dengan pengaruh islam. Aceh juga memiliki sejarah yang sangat panjang dan kaya dalam seni musik dan seni pertunjukan lokal bahkan Aceh juga berhasil memiliki berbagai jenis layanan sosial yang dibutuhkan dari sebagian banyak penduduk salah satunya adalah Radio.

 Radio adalah sebuah media yang hampir ditinggalkan dalam kalangan masyarakat zaman sekarang, berbeda dengan zaman dulu banyak yang mengakses Radio karena zaman tersebut belum mempunyai alat-alat yang canggih seperti Televisi, Handphone, dan Aplikasi yang memudahkan seluruh penduduk bumi untuk mengakses berita-berita terkini. Radio telah memainkan peran penting dalam sejarah Aceh bahkan sangat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, indonesia mengumumkan kemerdekaannya melalui Radio. Dengan adanya Radio masyarakat Aceh bisa berkomunikasi atau berbagi informasi penting dalam keadaan darurat di Aceh seperti bencana alam, situasi darurat dimana alat komunikasi tradisional tidak dapat digunakan untuk mengirim dan menerima pesan penting. Radio menjadi sumber informasi, di Radio kita bisa mendapatkan informasi-informasi penting seperti tentang keagamaan, sejarah, dan informasi sehari-hari. Radio juga tidak kalah dengan media-media lainnya seperti televisi, perbedaannya yaitu Audionya saja yang bisa diputarkan untuk didengar oleh pendengar berbeda dengan Televisi yang ditampilkan secara Audio visual yang bisa dilihat dan juga bisa didengarkan oleh Masyarakat.

 Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb merupakan salah satu dayah yang  tertua di Aceh. Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb dulu sangat dikenal  dengan sebutan Balee Hameh yaitu tempat pengajian Ulama-ulama pada zaman tersebut yang dipimpin langsung oleh  Tgk H. Abdul Wahab bin Hasballah Beliau juga merupakan salah satu Ulama Aceh yang dikenal sebagai tokoh Dayah yang banyak memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan Bireuen. Pada tahun 2004 dayah tersebut resmi dinamakan dengan Nama Babussalam Al-Aziziyah yang dipimpin oleh Tgk. H. M Yusuf Abdul Wahab atau kerap disapa  dengan tusop .

 Di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb juga  terdapat siaran Radio yang didirikan oleh Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab pada tahun 2014 di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Radio ini dinamakan dengan Radio Yadara, Yadara adalah singkatan dari “Yayasan dayah bersaudara”  yang dikelola oleh Tgk Mulyadi, Tgk Bahri, Tgk Muammar, Tgk Amin, dan Tgk Masykur. Beliau semua adalah pengelola Radio Yadara, mereka merupakan Santri dan guru yang telah lama mengabdi di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb.

Ada satu syair jingle Radio Yadara yang sangat melekat di kalangan para pendengar yaitu “92,8 nomor siaran Radio yadara, pusat informasi dan syiar islam mari hai rakan  tadingoe   bersama, tadingoe selaweut dan dzikir sinan, mangat hate hai rakan leupie lam dada”. Syair jingle ini adalah cara untuk memperkenalkan Radio Yadara kepada Pendengarnya dan memudahkan para pendengar untuk mengenal siaran Radio Yadara. Radio yadara sudah sangat dikenali di kalangan masyarakat  Aceh dan diminati oleh aneuk muda-mudi aceh, ureung syik tuha Aceh bahkan nek ureung Aceh. Radio Yadara hadir di kalangan Masyarakat khususnya untuk Masyarakat Bireuen dan Masyarakat Aceh pada umumnya.

Dengan adanya radio yadara bisa memudahkan masyarakat sekitar untuk mendengarkan berbagai informasi dan bisa mengikuti pengajian dengan cara yang sangat mudah dan hemat waktu  dan membuat pendidikan lebih mudah diakses, fleksibel, dan efektif biaya. Pengajian di Radio Yadara dapat  membantu meningkatkan akses pendidikan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Radio yadara 92,8 fm membangun masyarakat untuk terus mengembangkan ilmu  pengetahuan agama dan melestarikan adat Islam dalam bentuk peduli sesama antara Ulama dan masyarakat. 

Radio Yadara juga sangat bermanfaat kepada Santri dayah Babussalam yang ingin belajar untuk menjadi penyiar Dakwah yang berkompeten, Radio Yadara  juga mengasah dan melatih santri untuk upgrade diri mereka supaya mereka berani dan percaya terhadap dunia luas dalam menyampaikan dakwah dan ilmu yang akan disampaikannya, dengan adanya Radio Yadara  santri Babussalam dapat belajar menyiar melatih mental keberaniannya dan meningkatkan prestasi di Radio Yadara, santri Babussalam juga dapat belajar publik speaking  dan memberi materi bagaimana mengatur pembicaraan yang baik, Tgk. H. M Yusuf pernah menyampaikan kepada santri dayah Babussalam bahwa  Materi pembicaraan amatlah penting untuk diperhatikan. Sebab setiap pembicaraan, ada konsekuensinya. Bukan hanya konsekuensi di dunia, tetapi ada yang lebih serius, setiap perkataan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Tgk. H. M Yusuf juga menyampaikan hadis Rasulullah sebagai acuan dalam berbicara, Rasulullah berpesan dalam hadits berikut :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

Artinya:

“Barang siapa beriman  kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau hendak diam”.

Mereka yang ingin bergabung dengan tim radio Yadara akan dilatih oleh tim senior yang sudah berpengalaman dan berkompeten supaya mereka tau bagaimana cara ngomong yang baik dan berkompeten agar mudah dipahami oleh orang-orang atau majlis-majlis, jadi bagi santri yang berinisiatif ingin menjadi penyiar radio mereka akan diajarkan cara-cara untuk menjadi penyiar mereka harus melihat terlebih dahulu tata cara tim Radio Yadara menyampaikan siaran di Radio Yadara selama tiga hari, mereka dilatih di kelasnya masing-masing setelah itu mereka akan dites  untuk menyiarkan dakwah atau acara pengajian, setelah mereka berhasil dilatih dan tes untuk menyiarkan dakwah berarti mereka sudah sah menjadi sebagian dari tim Radio Yadara.

Siaran Radio Yadara  92,8 fm hampir tersyiarkan ke seluruh pelosok-pelosok penduduk Aceh. Radio yadara sangat membantu masyarakat yang  kesulitan untuk mendatangi tempat pengajian yang jaraknya jauh dari pemukiman masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh  HR. Ibnu Majah no. 224  yaitu: Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.  Hadits ini  menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap umat Islam dan tiada kata hambatan bagi pejuang Agama Islam karena bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu mereka akan berusaha semampu mereka untuk mendapatkan ilmu. Siaran Radio yadara ini dapat memudahkan para-para penggemar  ilmu agama untuk mendapatkan ilmu dengan cara yang mudah dan hemat waktu, khususnya pengajian yang disampaikan langsung oleh Ayah rohani kita bersama yaitu Pimpinan Dayah Babussalam Al-aziziyah Jeunieb Tgk H. M. yusuf bin Abdul Wahab, dengan cara bekerja sama antara siaran radio daerah tersebut dengan siaran Radio Yadara, sehingga Masyarakat daerah tersebut juga dapat mendengar Kajian yang disiarkan langsung di Siaran Radio Yadara.

Menariknya siaran radio Yadara adalah banyak pengajian- pengajian yang disampaikan langsung oleh Ulama-Ulama Aceh, dewan guru dayah Babussalam Al-Aziziyah jeunieb juga ikut mengisi program  pengajian yang disyiarkan langsung di siaran Radio Yadara, Radio Yadara tidak hanya menghibur pendengarnya namun menambah ilmu untuk semakin mengenal dan mendalami  Agama. Menariknya Radio yadara di Kalangan masyarakat karena program acaranya  yang berbeda dengan siaran-siaran Radio pada umumnya, banyak Ulama – ulama Aceh hadir untuk menuntaskan kekurangan masyarakat Aceh di siaran Radio Yadara. Berikut adalah nama guru-guru yang pernah mengisi Acara pengajian di Radio Yadara. Tgk. H M. Yusuf A. Wahab (Merupakan Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah jeunieb), Abi Mudi  dari Samalanga (Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abi Nas Jeunieb ( Pimpinan Dayah Dhia Ulhaq Al-Aziziyah Jeunieb), Tgk Busairi M. Daud Calok ( Pimpinan Dayah Nurul Hidayah Al-Aziziyah Simpang Mamplam), Almarhum Abon Sudirman dari cot batee geulungku (Pimpinan Dayah Miftahul Falah Pandrah). 

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, Radio yadara tidak pernah melewatkan kesempatan tersebut untuk berbagi-bagi keberkahan melalui Radio kepada masyarakat pendengar Radio Yadara , dibulan suci Ramadhan Radio Yadara menyiarkan juga berbagai acara-acara menarik dan bermanfaat kepada pendengarnya yaitu : Talkshow Madrasah Ramadhan, obrolan sahur, dan acara yang paling menarik di bulan Ramadhan adalah  kuis ramadhan, ini adalah acara yang ditunggu-tunggu oleh pendengar Radio Yadara bagi peserta yang lebih dulu menelpon nomor handphone  yang disediakan oleh Radio Yadara mereka bisa menjawab pertanyaan dan apabila jawabannya benar mereka akan diberikan bingkisan oleh Radio Yadara.

Namun di hari-hari biasa radio Yadara menyiarkan program acara Ngopi (Ngobrol Perkara ilmu), Trapi (Transformasi Pemikiran Islam), KMI (Kajian Millennial Islam), Pengajian Harian,  Pengajian Fiqah, Takirah Malam, Insert Alquran, Informasi Daerah Nasional dan Internasional, dan disertai dengan Selingan  islam. Radio Yadara juga menerima sponsor dalam bentuk iklan.

Kini AMANAH hadir ditengah-tengah dayah preneur untuk mengembangkan bakat santri agar berani bersuara  dan usaha yang dimiliki oleh Aneuk Muda Aceh seperti belajar menyiarkan agama Islam melalui radio Yadara, AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat) program unggulan  presiden Jokowi bertujuan untuk pemberdayaan di Aceh mencakup sebanyak mungkin anak muda Aceh dari berbagai  bidang, mulai dari  pertanian,  perikanan, perkebunan, peternakan, seni budaya, teknologi sampai entrepreneurship / UMKM. 

“Jangan engkau habiskan usiamu untuk mengejar nikmat yang belum tentu sempat engkau nikmati.”

(TGK.H.MUHAMMAD YUSUF.A.WAHAB)

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *