Asah Kemampuan Literasi, Guru dan Siswa IT Assalam Beraksi di Bireuen

Bireuen, Aceh – SMA IT Assalam Islamic School terus memperkokoh komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan guru dan siswa. Pada 4-5 September 2024, dua delegasi terbaiknya mengikuti Pelatihan Literasi Dasar yang berlangsung di Aula SMAN 1 Bireuen.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan guru dan siswa dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Bireuen. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan jurnalistik dasar yang disampaikan oleh dua narasumber andal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Abdul Hadi Djuli dan Ariadi B. Jangka. Materi yang disampaikan meliputi teknik penulisan berita, dasar-dasar jurnalistik, hingga etika profesi wartawan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran wartawan dalam masyarakat. “Menjadi wartawan adalah tugas mulia karena mereka menyampaikan berita kepada umat. Mereka bukan sekadar pencari informasi, tetapi juga penyampai kebenaran yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya penuh semangat.

SMA IT Assalam mengirimkan dua perwakilan terbaiknya, yaitu Arief Ilhami (34), seorang guru muda berpengalaman, dan Fuad Ahadiat (17), siswa kelas 12 yang dikenal aktif.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman luar biasa. Kami mendapatkan wawasan baru yang dapat kami terapkan di sekolah, baik untuk mendorong literasi melalui karya jurnalistik maupun kegiatan lainnya,” ujar Arief Ilhami.

Senada dengan itu, Fuad Ahadiat mengungkapkan rasa antusiasnya. “Saya sangat termotivasi mengikuti pelatihan ini. Selain belajar banyak tentang jurnalistik, kami juga punya ambisi besar untuk bisa mewakili Kabupaten Bireuen di ajang FLS2N mendatang,” katanya dengan penuh percaya diri.

Pelatihan ini berlangsung dengan suasana santai namun tetap produktif. Pada pagi hari, peserta mengikuti sesi teori mulai pukul 08.30-12.30 WIB, sementara sore hari diisi dengan sesi praktik yang berlangsung dari pukul 14.00-16.30 WIB. Sesi praktik mengharuskan peserta menulis berita berdasarkan simulasi kejadian yang dirancang oleh narasumber.

Simulasi ini tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga melibatkan kompetisi sehat antar peserta. Setiap tulisan yang dihasilkan langsung dikoreksi oleh narasumber, sehingga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan interaktif.

“Saat praktik menulis, semua peserta tampak serius namun tetap penuh semangat. Ada ambisi besar untuk menghasilkan karya terbaik. Semangat ini menjadi modal penting bagi kami untuk menyiapkan kompetisi FLS2N mendatang,” tambah Fuad.

Pelatihan ini juga membuka peluang membangun jejaring antar sekolah yang memiliki visi serupa dalam mengembangkan budaya literasi. SMA IT Assalam optimis bahwa bekal yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam program-program sekolah, seperti pengembangan majalah siswa, pelatihan jurnalistik, hingga pembentukan komunitas literasi.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini mencerminkan semangat Kabupaten Bireuen dalam melahirkan generasi muda yang literasi, kritis, dan berintegritas. Dengan langkah awal ini, SMA IT Assalam berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan perubahan positif di tingkat lokal maupun nasional.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *