Rinai gerimis membasahi ibu kota malam ini per detiknya berubah semakin lebat hingga membuat bau tanah basah tercium pekat, angin tidak selalu membawa kesejukan bisa saja dia membawa hujan hampa dengan rintikan yang menyakitkan kalau terkena akan nya
Perjuangan yang membutuhkan beribu-ribu air mata kini membuahi hasil yang begitu sempurna.
*********
TOK….TOK….TOk…suara ketukan pintu terdengar begitu nyaring hingga membuat penghuni kamar terbangun dari mimpinya.
‘’Siapa sih ganggu aja orang lagi tidur’’
Alisya mama mau bicara sama kamu, tutur ibunda alisya
‘’Masuk aja ma’’
Alisya mama mau kamu harus ke pesantren, dan mama tidak menerima alasan apapun dari kamu, ingat alisya kamu itu udah besar bukan anak kecil lagi, jadi kamu harus berfikiran dewasa.
‘’Iya ma…’’ jawab alisya dengan enteng
Waktu berjalan dengan cepatnya, tidak terasa dimana hari yang ditunggu-tunggu oleh ibundanya alisya pun telah tiba.
Sesampainya di pesantren alisya menjadi sorotan semua orang karna wajahnya yang begitu cantik.
Ma…aku gak mau disini ‘’ ucap alisya sambil menunduk
Gak papa alisya kamu bakal betah kok di sini, karena disini kamu banyak teman dan tidak akan merasa kesepian.’’ucap nya dengan penuh senyuman
*******
Kenapa sih gak masuk-masuk…..’’alisya menghafal sambil menangis dia menyerah dia sudah tidak kuat dengan semua ini .
Aku capek….. Aku capek ma….disuruh menghafal terus, bahkan yang aku hafal aja aku tidak ingat …’’teriaknya tanpa memikirkan orang-orang yang sedang memandang nya
Alisya kamu tidak boleh menyerah, kamu punya masa depan yang harus kamu perjuangkan jika kamu menyerah kamu akan kehilangan masa depan kamu dan kamu mempunyai orang tua yang harus kamu bahagiakan.’’ucap gladis yang menjadi teman dekatnya alisya
Tidak sengaja terbesit di pikirannya alisya ‘’ apa yang gladis katakan benar aku tidak boleh menyerah walaupun air mataku habis untuk ku tumpahkan, aku janji suatu hari nanti aku menguasai semuanya walaupun membutuhkan waktu begitu panjang, tidak ku pedulikan omongan orang dan akan ku tutup telinga untuk ku jalani semuanya.
******
Jarum jam berputar begitu cepat hingga tak terasa hari berganti malam, minggu berganti bulan, tahun pun berlari dengan tajam. Alisya semakin betah di pesantren karna target yang telah ia buat dan janji yang pernah di ucapnya dalam hatinya.
‘’Tahun ini kita ada ujian tahfidz ya anak-anak’’ucap ustadzah halimah selaku ketua pendidikan
‘’Iya ustadzah……’’seru santri dengan kompak
‘’Ustadzah emangnya kita ujian berapa juz’’tanya alisya
‘’Semua yang sudah kalian hafal, dan kalian bebas mau berapa juz dan di akhir tahun nanti kita mengadakan wisuda tahfidz dan siapa yang paling banyak hafalan akan mendapatkan bonus dari pimpinan’’ucap ustadzah.
Alisya yang mendengar berita tersebut pun terus menghafal dan memantapkan hafalannya dia berjanji akan wisuda lebih dari teman-temannya.
Ujian berjalan dengan lancar hingga acara wisuda yang akan diadakan pun telah tiba.
*********
‘’Ananda alisya putri dari bapak azam dan ibu aisyah telah menyelesaikan hafalannya sebanyak sepuluh juz dengan predikat MUMTAAZZZZ…….’’dua orang moderator bersuara dengan begitu keras hingga membuat mata seisi pesantren tertuju padanya.
‘’Alisya mama bangga sama kamu’’ucap ibunda alisya.
setiap kamu mempunyai skill yang berbeda-beda walaupun kamu terlahir dari rahim yang sama maka dari itu terus berjuang hingga kamu menemukan celah kesuksesan.

