Jeunieb, Bireuen – Santri kelas 6B dan 6C Dayah Babussalam Al-Aziziyah Komplek Assalam mengikuti kegiatan Searching Inspiratif pada Sabtu malam (14/12/2024) di Balai Pidie. Kegiatan yang dipimpin oleh Pimpinan Komplek Assalam, Tgk Mulyadi M. Hasan, ini bertujuan untuk memberi wawasan dan motivasi kepada para santri, mempersiapkan mereka untuk transisi sebagai dewan guru dan pengurus bidang di dayah setelah menyelesaikan masa belajar mereka.
Kegiatan ini menjadi refleksi yang penuh makna bagi para santri yang tinggal beberapa bulan lagi sebelum melangkah ke fase baru kehidupan mereka. Tgk Mulyadi, dalam kesempatan ini, memberikan gambaran tentang perjuangan Almarhum Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, atau lebih dikenal dengan nama Ayah Sop, pendiri besar Dayah Babussalam Al-Aziziyah. Pesan-pesan beliau tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mengingatkan para santri akan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang diwariskan Ayah Sop.
“Perjalanan kalian sebagai santri memang akan berakhir, namun tantangan sejati baru saja dimulai. Sebagai pengurus dan dewan guru, kalian harus menjadi teladan. Tidak hanya dalam ilmu, tetapi juga dalam akhlak dan kebijaksanaan. Seorang guru harus memiliki wibawa yang lahir dari hati yang ikhlas,” ujar Tgk Mulyadi dengan penuh keyakinan. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan erat dengan dayah, meskipun sudah tidak lagi menuntut ilmu di sana.
Suasana acara yang awalnya terasa formal berubah menjadi lebih akrab dan hangat saat Tgk Mulyadi berbagi pengalaman pribadinya sebagai santri. Beliau menceritakan bagaimana masa-masa sulit dan tantangan yang dihadapi bersama teman-temannya di dayah, sehingga cerita-cerita tersebut semakin membuka hati para santri dan mempererat ikatan antara mereka dan sosok yang mereka anggap sebagai panutan.
Syibran Malasyi, salah satu peserta dari kelas 6B, mengungkapkan kesan mendalam setelah mendengarkan pesan Tgk Mulyadi. “Kemanapun kami pergi, sejauh manapun kami pergi, jangan pernah putus hubungan dengan dayah. Jangan lupa untuk menghampiri maqbarah Almarhum Ayah Sop, pemimpin besar Dayah Babussalam Al-Aziziyah,” kata Syibran dengan mata berkaca-kaca, mengenang nasihat yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya.
Acara ini tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga menjadi ajang penting untuk mempersiapkan santri menghadapi tanggung jawab besar yang akan mereka emban sebagai pengurus di dayah. Tgk Mulyadi berharap semangat perjuangan dan pengabdian yang telah ditanamkan oleh Ayah Sop terus hidup dalam diri setiap santri. “Kalian adalah generasi penerus yang diharapkan bukan hanya menjadi guru yang cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan keikhlasan dalam menjalani amanah,” tambah beliau.
Kegiatan Searching Inspiratif ini diakhiri dengan semangat baru yang menyelimuti para santri, mengingatkan mereka bahwa perjuangan mereka belum berakhir. Acara ini mengajarkan bahwa nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada dayah akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup mereka.
Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya memperoleh motivasi, tetapi juga dorongan untuk terus menjaga semangat belajar dan berkontribusi, baik untuk dayah maupun masyarakat sekitar. Ini menjadi langkah berharga yang akan menjadi bekal mereka saat beralih ke dunia yang lebih luas sebagai pengurus dan pemimpin masa depan.

