Nalfa adalah gadis yang menyukai malam,katanya malam itu penuh misteri.Aku sering melihatnya ke balkon kamar saat tengah malam tiba,di malam ini aku menyusulnya dan kulihat dia yang sedang tersenyum menikmati indahnya cahaya bulan yang setia menerpa bumi.
”wah,cantik banget cahayanya Fa!”.seru ku,Nalfa menoleh lalu tersenyum dan melambai kearahku.Akupun menghampiri Nalfa dan bertanya,
“Apakah ini yang kau bilang misteri?”tanyaku kepada Nalfa.
”Iya,bulan itu menggambarkan betapa indahnya hidup ini jika kita melewatinya dengan penuh kesabaran,seperti sabarnya bulan mengelilingi bumi untuk menyinarinya”.jawab Nalfa sambit tersenyum.
“Sepertinya kamu sangat mengagumi malam?”.Tanyaku penasaran.
“Iya,soalnya waktu masih bersama ibu,ibu sering menceritakan tentang malam kepada ku”.Jawabnya sambil bernostalgia.
“Emangnya ibu Nalfa kemana?”.Tanyaku penasaran.
“Ibu pergi untuk bekerja sejak aku kelas 2 SD dan belum tau kapan ia akan kembali,tapi ibu telah berjanji kepadaku untuk kembali lebih awal dan menemaniku saat kelulusan SMA kelak,ia bilang aku harus melanjutkan studiku ke jenjang kuliah .katanya perempuan itu kelak bakal jadi madrasah pertama untuk anak-anaknya,jadi carilah ilmu sebanyak-banyaknya,ibu dan ayah tidak
selamanya ada disampingku katanya,suatu saat nanti mereka akan pergi dan tidak akan kembali lagi”.Jelas nalfa panjang lebar.
“Oh begitu ya !”seruku
“Kita sholat tahajud sambil berdoa yuk!” ajak Nalfa kepadaku.
“Ibu juga pernah bilang,jika kita berdoa di sepertiga malam Insya Allah Doanya akan mudah dikabul oleh sang khalik ” sambung Nalfa.
Nalfa pun mengajakku ke Mushola untuk menunaikan shalat malam sambil berdoa yang terbaik untuk kehidupan kita kedepannya.Setelah shalat dan berdoa aku dan Nalfa kembali ke kamar untuk melanjutkan mimpi yang sempat tertunda tadi.
Karena libur sekolah Nalfa mengajak ku ke tingkap untuk menikmati indahnya mentari pagi sambil bercerita.
“Saat lulus dari sini kamu melanjutkan kuliah dimana Sya ?” tanya Nalfa kepadaku.
“Rencananya aku ingin melanjutkan kuliah di USK” jawabku serius.
“Aku ingin mengambil jurusan Arsitektur,tapi aku gak suka matematika fa!” sambungku.
“Kamukan lebihnya ke Sosial tu mengapa tidak memilih HI saja?” tanya Nalfa kepadaku
“Itulah masalahnya fa,aku juga pengen ke HI tapi aku pengen kuliahnya yang jauh dari orang tua,aku harus belajar mandiri juga,agar sama seperti kamu bisa mengatasi masalah yang datang ke kehidupanmu dengan sendiri” jawabku antusias.
“Kamu harus menjalani hidupmu sendiri dengan prinsip-prinsip yang tertanam di diri kamu sendiri Sya !” ujar Nalfa .
“Prinsip saya dan prinsip kamu itu berbeda,jadilah diri sendiri walaupun itu sulit kamu pasti bisa karena pondasi kita untuk bisa menjalani kehidupan sekarang ini berbeda sya “ sambungnya.
Terdiam beberapa menit Syaira bertanya kepada Nalfa
“Emangnya kamu mau lanjut kuliah dimana fa?” tanyaku penasaran
“Aku ingin jadi pendakwah sya,karena dunia sekarang yang kurang akan ilmu agama membutuhkan beberapa orang untuk menuntun kembali umat manusia agar kembali ke arah yang benar,dahulu Nabi Muhammad SAW mengangkat derajat wanita dengan susah payah,tapi lihatlah sekarang apa yang terjadi banyak wanita yang merendahkan derajatnya sendiri seperti memakai pakaian yang tidak menutupi auratnya,bergandengan dengan lelaki yang bukan
mahramnya,keluar malam,serta membantah orang tuanya”. Jelas Nalfa panjang lebar.
“Semoga kita bisa meraih cita-cita kita ya fa!” kataku sumringah
“Insya Allah kita bisa sya karena setiap rencana kita yang baik-baik Allah SWT akan memudahkan kita untuk mencapai cita-cita kita yang mulia”jawab Nalfa.
“Di Masa depan kita akan menjadi orang yang bagaimana ya? Aku penasaran Fa”ujar Syaira sambil mengerutkan dahinya.
“Kita tidak dapat membaca takdir Fa,peramal saja banyak yang keliru saat meramal masa depan.Jadi,kita harus menyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa melewati apa saja masalah yang akan terjadi nanti dan takdir Allah SWT itu indah.Allah SWT tidak pernah menguji hamba diluar kemampuannya,kita harus yakin kita bisa melewati rintangan yang Allah SWT berikan berikan” ujar Nalfa serius.
“Kita harus belajar dari masa lalu agar tidak membuat kesalahan yang sama di masa depan”lanjut Nalfa.
Aku sangat termotivasi dengan setiap kata-kata yang dilontarkan Nalfa,aku sangat bahagia bisa berteman dengan Nalfa ia adalah teman terbaik yang pernah kutemui.Raut wajahnya tenang,sikapnya penyabar,dan tidak pernah berburuk sangka kepada orang lain.Kami berjanji akan bertemu di masa depan dengan profesi yang berhasil kami dapatkan nanti. Semoga Allah SWT memudahkan kami untuk menuju jalan kesuksesan.

