FLS3N cabang film pendek

Bireuen, 28 april 2026 — Ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) kembali diselenggarakan oleh kementrian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (kemendikbudristek) Indonesia untuk siswa SD,SMP,SMA/SMK hingga pendidikan khusus.

       Tujuannya untuk mengembangkan potensi, bakat, kreativitas, dan karakter positif siswa serta memupuk kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. Bidang yang dilombakan meliputi seni tari, musik tradisional, vokal solo, jurnalistik, film pendek,  membuat cerpen dan beragam lomba lainnya.

       Namun, dari berbagai cabang yang diperlombakan, cabang film pendek menjadi salah satu bidang yang paling diminati oleh para peserta. Film pendek dianggap sebagai media yang mampu menyampaikan pesan secara kreatif melalui perpaduan gambar, suara, dan alur cerita yang menarik. Selain menjadi sarana hiburan, film pendek juga dapat digunakan sebagai media edukasi dan penyampaian kritik sosial terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun kehidupan remaja.

        Yang diperlombakan dalam cabang ini adalah pembuatan karya film berdurasi singkat yang memuat unsur cerita, pesan moral, dan kreativitas visual. Tema pada tahun ini adalah ”Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”. Film yang dibuat harus memiliki alur cerita yang jelas, pengambilan gambar yang baik, serta pesan yang dapat dipahami oleh penonton.

        Peserta yang mengikuti cabang film pendek adalah siswa-siswi tingkat SMA/SMK dari berbagai sekolah yang memiliki minat dan bakat di bidang pembuatan film. Dalam kegiatan ini, satu tim produksi terdiri dari beberapa anggota dengan tugas masing-masing.

Dalam proses produksinya, mereka bekerja sama mulai dari perencanaan ide, pengambilan gambar, hingga tahap penyuntingan film. Guru pembimbing juga turut memberikan arahan agar karya yang dihasilkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan lomba.

       Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian FLS3N tahun 2026 yang dimulai dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Proses persiapan dilakukan

beberapa minggu sebelum pengumpulan karya agar hasil film lebih maksimal dan matang secara konsep maupun teknis.

        Proses pengambilan gambar dilakukan di berbagai lokasi yang sesuai dengan alur cerita film, seperti lingkungan sekolah, rumah, dan beberapa lokasi lainnya. Sementara itu, proses penilaian yang dilakukan pada kegiatan FLS3N tingkat daerah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan panitia. 

        Pemerintah berharap kegiatan FLS3N tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kerja sama tim, serta rasa percaya diri dalam berkarya. Melalui cabang film pendek ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang inspiratif, edukatif, dan dapat membawa nama baik sekolah hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *