MERAKIT KARYA SANTRI DALAM KREATIFITAS  MENJAHIT

Menjahit adalah wadah bagi masyarakat Aceh untuk mengekspresikan kreativitas dan keterampilan mereka. Pekerjaan tersebut juga menjadi sebuah ladang bagi mereka untuk menghargai dan mempertahankan profesi serta ekonomi mereka. Kerajinan tangan yang sudah hadir selama berabad-abad ini, kini telah menjadi bagian penting dari budaya dan sejarah Aceh. Profesi yang satu ini telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menjahit adalah karya tangan yang telah ada selama beberapa abad yang lalu. Terbukti bahwa menjahit telah ada dalam sejarah purbakala. Pada awalnya, menjahit dilakukan dengan menggunakan benang yang dibuat dari serat tanaman, seperti kapas atau sutra, dan jarum yang terbuat dari batu dan kayu. Setelah berabad-abad teknik menjahit berkembang dan meningkat, dengan adanya mesin-mesin baru dan metode yang memudahkan serta mempercepat prosesnya. Saat ini, menjahit sudah memainkan peran penting dalam membentuk cara kita berpakaian. Kerajinan ini  telah menjadi cara bagi masyarakat di seluruh dunia dan Aceh khususnya, untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan juga menjadi salah satu cara untuk menghormati dan mempertahankan tradisi dan nilai-nilai budaya mereka. 

Aneuk Muda Aceh saat ini banyak yang menempuh pendidikan formal dan informal tentang karya seni. Mereka juga punya bakat dan keahliannya masing-masing dalam berbagai bidang. Di saat menempuh pendidikan formal, mereka dapat mengembangkan bakat dan kreativitas di sekolah melalui berbagai pelajaran seperti seni budaya, prakarya, dan lain sebagainya. Saat ini di Aceh bukan hanya siswa atau siswi yang menempuh pendidikan formal saja yang bisa mengembangkan bakat dan kreativitas mereka, para pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren juga mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangka bakat dan minat mereka yang luar biasa, seperti berkreasi dan berimajinasi dalam  membuat suatu karya seni. 

Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb Putri terletak di Desa Blang Mee Barat Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, jalan rel kereta api. Dayah ini merupakan salah satu dayah tertua di kawasan Jeunieb. Dayah terkenal megah dengan rumah adat Acehnya, yang berada dibawah naungan Tgk H.Muhammad Hasan Abdul Wahab (Ayah Hasan), bersama istrinya Hj.Asmiah. Ayah Hasan merupakan saudara kandung dari seorang ulama kharismatik Aceh yang bernama Tgk H. Muhammad Yusuf bin Abdul Wahab. 

Ayah Hasan memiliki enam putra yang bernama Tgk Muntasir, Tgk Irfan, Tgk Hasbullah, Tgk Hilmi, Tgk Syahril, Tgk Hunaifi dan seorang anak perempuan yang bernama Siti Taibah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Umma, kini umma sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri yang bernama Mahira berusia enam tahun. Umma adalah seorang guru  di dayah Babussalam Al-Aziziyah. Sebelum umma mengajar di dayah babussalam al-aziziyah putri, beliau juga pernah menempuh pendidikan di Dayah Mudi Mesra Samalanga.

Umma adalah sosok yang hebat dan sangat kreatif dalam mengolah suatu karya seni menjadi sebuah barang yang bernilai tinggi. Umma, lahir di Jeunieb pada tanggal 30 November 1992. Beliau sudah mulai menjahit sejak empat belas tahun yang lalu. Umma termotivasi menjadi seorang penjahit dari sang ibu yang sering menjahitkan boneka disertai baju boneka untuknya. Sehingga beliau berkeinginan untuk menjadi seorang penjahit seperti ibunya. Umma belajar menjahit dari seorang guru sekaligus saudaranya yang bernama Mursyidah atau sering dipanggil Bunda Mur. Alasan umma memilih untuk menjadi seorang penjahit  karena menurut beliau kita sebagai seorang wanita lebih baik bekerja di rumah saja, walaupun dirumah kita juga bisa menjadi wanita karier tanpa harus bekerja di luar. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran yang berbunyi:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Artinya:

“Dan hendaklah kalian tetap berada di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu.” (QS Al Ahzab: 33).

Pengalaman umma yang dialami saat menjadi seorang penjahit sangat banyak, diantaranya salah potong kain sehingga tidak sesuai dengan keinginan konsumen, salah jahit lengan baju dan baru tersadar ketika baju sudah selesai, pernah mendapat konsumen yang banyak komplain, suka marah-marah, dan tidak sabaran. Walaupun konsumen umma ada yang marah-marah, umma tidak pernah mengambil hati. Beliau tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk para konsumennya mulai dari tetap teliti dalam mengerjakan sesuatu, dan tentunya rapi dalam melakukannya, sesuai dengan keinginan konsumen karena menurutnya kepuasan konsumen adalah nomor satu. 

Ketika Umma mendapati pelanggan yang kurang puas dengan hasil jahitannya, beliau akan mengoreksi sesegera mungkin. Hal yang paling tidak disukai Umma saat menjahit adalah ketika berhadapan dengan konsumen yang cerewet dan banyak maunya. 

Kendala umma dalam menjahit adalah:

  • Mengejar deadline untuk menyelesaikan sebuah orderan 
  • Mesin jahit yang tiba-tiba rusak,
  • Jarum yang tiba-tiba patah
  • Mood yang tiba-tiba berantakan, dan
  • Anak yang tiba-tiba rewel.

Benefit Umma dalam menjahit sangat membantu kita dalam pekerjaan sehari-hari, misalnya kancing baju terlepas, baju koyak, hal tersebut dapat diatasi hanya dalam beberapa saat saja. Metode dalam menjahit akan sangat mudah asalkan kita punya target, misalnya dalam bulan ini kita harus bisa menguasai pola, dan sudah bisa menjahit baju sendiri, untuk bulan selanjutnya kita  harus mempunyai target-target yang lain. Membuat pola adalah bagian terpenting umma sebelum menjahit, terutama ketika menjahit pakaian. Pola berfungsi sebagai panduan untuk menjahit, menunjukkan bentuk dan ukuran potongan-potongan yang akan digunakan untuk membuat produk akhir. Membuat pola dapat membantu menjaga kerapian dan konsistensi dalam pekerjaan, serta memastikan bahwa produk akhir sesuai dengan desain yang dimaksudkan.

Umma bekerja sebagai penjahit tidak ditemani oleh siapapun karena menjahit adalah pekerjaan sampingan umma disaat ada waktu luang. Apabila ada seorang santri ingin belajar menjahit pada umma, Umma akan menyesuaikannya dengan jadwal luang yang dimiliki santriwati tersebut, misalnya setelah ashar ataupun pada hari jum’at, agar santri tersebut bisa mengembangkan bakat yang mereka punya. Untuk penghasilan menjahit dalam satu bulan umma mendapat lebih kurang Rp.1.000.000- , karena menjahit  merupakan pekerjaan sampingan Umma yang dilakukan untuk mengisi waktu luang.

Umma adalah salah satu contoh anak muda yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bakat dan minatnya untuk meningkatkan perekonomian daerah yang selaras dengan program AMANAH. AMANAH ( Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat) adalah program unggulan JOKOWI yang bertujuan untuk pemberdayaan di Aceh mencakup sebanyak mungkin anak muda Aceh dari berbagai bidang mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, seni budaya, teknologi sampai entrepreneurship/UMKM. Dengan adanya AMANAH, Aneuk Muda Aceh diharapkan dapat dengan mudah membangun karir personal menuju profesional. Diharapkan dengan adanya Aneuk Muda Aceh yang kreatif, yang mampu mengembangkan keahliannya di bidang masing- masing. Aceh yang dulunya di sensus dengan ekonomi yang paling rendah dari seluruh rakyat indonesia, dan kini Aneuk Muda Aceh mampu membuat ekonomi Aceh menjadi lebih maju dan berkembang sedikit demi sedikit.

“KETIKA USAHAMU DIREMEHKAN OLEH ORANG LAIN, JANGANLAH ENGKAU BERSEDIH. TUNJUKKAN PADA MEREKA HASIL KARYA TERBAIKMU BAHWA KAMU BISA”

(UMMA SITI THAIBAH)

di tulis oleh: Kamilatul Khaira

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *