Pentingkah Pendidikan untuk Perempuan??

Selama ini, kita sering mendengar steorotip bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi, karena toh akhirnya akan berakhir di dapur juga. Namun apakah benar demikian??

Allah menciptakan makhluk bernama perempuan dengan segala keistimewaannya yang tidak bisa dimiliki oleh laki-laki. Perempuan diberi keistimewaaan berupa; menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Dan karena hal inilah, peran perempuan dalam membangun generasi sangat fundamental. Perempuan merupakan tombak peradaban. Baiknya perempuan, maka baik pula lah peradaban, begitupun sebaliknya. Perempuan memegang peranan penting dalam pengasuhan, karena perempuan adalah madrasah pertama anak. Sebagai madrasah, tentunya perempuan dituntut untuk bisa mengayomi, membimbing, dan mengajarkan ilmu kehidupan yang diperlukan anak agar mereka dapat menyongsong masa depan yang lebih baik. Atas dasar inilah perempuan wajib berpendidikan, perempuan wajib belajar, dan perempuan wajib berwawasan luas.

Ada sebuah penelitian mengatakan, perempuan mempunyai dua kromosom X, sedangkan laki-laki hanya memiliki satu kromosom X saja, dan dari kromosom X inilah kecerdasan anak diturunkan. Selain itu peran lingkungan, pola asuh, dan stimulasi juga memegang peranan penting untuk kecerdasaan anak. Dan tentu saja hal ini sangat melekat bagi peran Ibu dirumah. Jadi untuk para laki-laki, jika ingin punya anak cerdas, wajib mencari calon ibu yang cerdas juga.

Tapi apakah yang dimaksud cerdas harus berpendidikan tinggi? Harus bergelar doctor? Atau harus kuliah di luar negeri dengan IPK cumlaude? Tentu saja tidak. Belajar itu bukan semata-mata di sekolah, kita dapat belajar dan mempelajari ilmu dimanapun dan kapanpun. Dan untuk sukses tidak harus dengan ijazah dan gelar sarjana. Sebagai contohnya, kita dapat melihat sepak terjang mantan Menteri kelautan kita, ibu Susi Pudjiastuti, beliau bahkan tidak punya ijazah SMA, tapi beliau sukses dengan usaha penerbangan ‘SUSI AIR’ yang kurang lebih mempunyai 50 pesawat dan memperkerjakan 180 pilot dari dalam dan luar negeri.

Kita juga dapat berkaca dari sejarah, bagaimana peran perempuan-perempuan hebat pada masanya. Seperti ummul mukminin kita, sayyidah aisyah ra, beliau merupakan ahli fiqah, mengusai ilmu kedokteran dan politik, juga merupakan periwayat hadist terbanyak dari kaum perempuan. Tidak lupa juga kisah tentang Mariam Al Ijliya, beliau merupakan penemu astrolabe atau yang biasa kita kenal dengan compass dan GPS pada masa abad ke-10. Dan juga beberapa cerita pahlawan-pahlawan kita seperti Cut Nyak Dhien dan Laksamana Malahayati. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat dan tangguh yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Peran perempuan selain dalam pengasuhan anak, juga ikut andil dalam membersamai, mendukung, dan menyemangati suami atau pasangan hidupnya. Seperti sebuah istilah mengatakan “Dibalik lelaki hebat, ada perempuan tangguh dibelakangnya”. Sangat banyak cerita-cerita inspiratif yang menceritakan bagaimana peran perempuan perempuan hebat dalam mendedikasikan hidupnya untuk mendukung kesuksesan sang suami. Salah satu nya yang dapat kita teladani adalah kisah baginda nabi Muhammad saw dengan sayyidah Khadijah ra. Sayyidah Khadijah mempertaruhkan jiwa, raga, dan hartanya untuk mendukung dakwah Rasulullah saw, yang bahkan hingga kepergiannya menjadi ‘Amul Huzni’ atau tahun kesedihan dalam kehidupan Rasulullah saw. Juga kisah inspiratif lainnya dari ibu Hasri Ainun Besari yang merupakan istri dari presiden Republik Indonesia ke-3, bapak BJ Habibie. Ibu Ainun yang notabenya adalah seorang dokter, harus merelakan kariernya dan ikut mendampingi suami ke Jerman mengejar cita-citanya.

Di abad ke 21 ini, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat dan luas. Dan dengan kemajuan ilmu tekhnologi modern, kita dimudahkan untuk dapat mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia. Dengan segala kemudahan ini, para kaum perempuan harus terus memperkaya dan memperdayakan diri dengan ilmu, yang nantinya akan berguna terutama untuk diri sendiri dan orang sekitar. Seperti salah satu qaul dari ulama salaf yang sangat sering kita dengar ” أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْد”, tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat. Tidak ada kata terlalu tua untuk belajar, dan tidak ada kata terlambat untuk memulai. Where there is a will, there is a way.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *